Bad Boys for Life, Nostalgila Bersama Mike dan Marcus

Bad Boys for Life, Nostalgila Bersama Mike dan Marcus


Bad Boys For Life, emang bukan film action yang great-great amat, segala dar-der-dor-nya hanya bonus seru-seruan-nga-berotak yang menyenangkan. Meski bukan lagi disutradarai oleh Michael “Bayhem” Bay (fyi, dia sempet nongol jadi cameo di film ini), tapi sederet aksi-aksi yang disiapkan Adil El Arbi dan Bilall Fallah tetap mampu hadirkan kegilaan, bahkan di beberapa adegan kejar-kejaran dan tembak-tembakannya tampak sengaja menyontek ciri khas Bay, lengkap dengan slow-motion-lebay-tapi-keren ala Bay.

Apalah artinya adegan meledak-ledak-adu-tembak tanpa bacotan Mike & Marcus, ibarat mau bikin indomie tapi pas buka bungkusnya bumbunya enggak ada, yah mening kagak jadi makan mie. Gitulah, interaksi antara Will Smith dan Martin Lawrence emang micin di film yang udah direncanakan sejak tahun 2008 ini, tanpa tektokan dialog penuh sumpah-serapah fak-fok-fuk sana-sini, Bad Boys For Life mungkin akan jadi film “anak nakal” biasa aja. Mike dan Marcus, ledek-ledekan mereka, itulah atraksi paling utama.

Serasa bertemu temen lama, sudah pasti Bad Boys For Life hadirkan sebuah nostalgia, khususnya bagi mereka yang emang demen sama dua predesesornya. Setelah 17 tahun, seneng rasanya bisa ketemu lagi sama Mike dan Marcus, bisa ketawa bareng, ngetawain taiknya mimik si Martin Lawrence, serius nih orang nga usah ngomong juga udah kocak. Eh tapi Bad Boys For Life bukan sekedar ngasih cerita lucu untuk ditertawakan doang, porsi dramanya pun di luar dugaan cukup mengena, untuk ukuran film yang isinya becandaan, becandaan dan becandaan.

Ketika tiba saatnya buat serius, Bad Boys For Life emang beneran keliatan serius, skripnya bukan melulu berisi barisan kalimat yang menggelitik, tapi juga masih sempet-sempatnya hadirkan eksplorasi karakter mendalam yang bikin dahi mengkerut-terkejut. Nambahin level kepedulian buat Mike dan Marcus, hingga kita pengen banget kepalin tangan trus ngajak mereka untuk tos pake tinjuan (apalah namanya itu). Jangan lupakan juga betapa seriusnya Adil El Arbi dan Bilall Fallah untuk kasih jagoan kita musuh yang sepadan, bikin Bad Boys For Life makin tidak membosankan meski berdurasi panjang. Ride Together. Die Together.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s