Talentime, Kesederhanaan ala Yasmin Ahmad yang Mengena Sekaligus Indah

Talentime, Kesederhanaan ala Yasmin Ahmad yang Mengena Sekaligus Indah

Talentime (2009) menghadirkan sebuah kisah tentang suka, luka, harapan dan putus asa yang dihantarkan dengan sederhana–seperti film-film Yasmin Ahmad lainnya, apa adanya tapi begitu mengena. Pertama kali bertemu Mahesh dan Melur tuh di JIFFEST (gue lupa di tahun 2009 atau 2010), diputar dalam rangka tribute untuk Yasmin, awal perkenalan gue dengan karya-karya luar biasa sutradara asal Malaysia ini. Sejak itu bisa dibilang gue jatuh cinta, entah berapa kali mengulang Rabun (2003).

Film Yasmin memang mudah untuk disukai, tak terkecuali Talentime ini, tak sekedar bikin nyaman dari caranya bercerita, tetapi juga mampu menghadirkan karakter-karakter yang cepat terhubung dengan penontonnya. Hebatnya, Yasmin tidak pernah menyia-nyiakan karakter-karakternya, sekecil apapun porsinya, karakternya selalu punya keunikan dengan kisahnya masing-masing, termasuk satu anak cowok yang kerjanya hanya ikut nimbrung joget-joget di atas panggung hahahaha.

Tidak ada durasi yang mubazir, karakter-karakter yang diciptakan Yasmin bisa berbagi kesempatan berimbang untuk berkisah, jadi tidak ada yang sekedar numpang lewat, semua karakter bisa dibilang penting, meski hanya punya fungsi mengocok perut kita. Karakter-karakter itu pun dicemplungkan tanpa paksa dalam cerita, dibebani konflik tidak dibuat-buat, dengan konklusi yang masuk akal dan lagi-lagi sederhana. Diiringi “Clair de lune”-nya Debussy, Talentime, begitu mudah disukai.

Nonton Talentime tak sekedar “bersilahturahmi” dengan Yasmin Ahmad, tapi juga membuat gue kangen dengan yang namanya festival film, seperti JIFFEST. Sekarang akses menonton film-film dari belahan dunia lain memang makin mudah, dengan banyaknya media streaming, tapi atmosfir festival itu menurut gue tidak bisa tergantikan. Ngakak bareng nonton ‘Soul Kitchen’-nya Fatih Akin di festival Eropa, Gila bareng tengah malem nonton ‘Mutant Girls Squad’ di INAFFF, itu semua bikin kangen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s