Kumpulan film-film horor dengan twist ending yang tidak terbayangkan sebelumnya hingga mendapatkan beragam respon, dari istigfar sampe lari-lari keliling komplek sambil celangap teriak watdefak.

The Mist (2007), digarap Frank Darabont dan didasarkan pada novel karangan Stephen King. Setelah di sepanjang pelem dibikin pengen nampol si goblog Mrs. Carmody, eh endingnya justru bikin kita silent diem hanya bisa nyanyik lagu rossa kumenangis dalam hati.

Kayaknya sekarang waktu yang cocok untuk ngulang SAW (2004) nih. Pelem yang mempopulerkan lagi genre torture porn ini punya ending yang wadaw! “game over” ditambah musiknya Charlie Clouser adalah kenikmatan kaya makan kulit ayam KFC belakangan.

Sebetulnya nga mau inget sama El Orfanato (2007) lagi, buat yang sudah nonton pasti tahu alasannya. Pelem horor psikologis arahan J. A. Bayona ini nga cuma punya lusinan adegan yang bikin jantung berdebar, tapi juga sukses bikin asma gue kambuh di akhir. Hvft!

Semestinya udah lebih siap untuk nonton ‘Marrowbone’ (2017) dengan segala konsekuensinya, karena pelem ini disutradarai sama orang yang nulis ‘The Orphanage’, tapi tetep aja bengek gue kambuh lagi dengan alasan combo, Anya Taylor-Joy yang cakep banget dan twistnya.

Sleepaway Camp (1983), salah satu film horor slasher dengan twist-nya yang legendaris sepanjang masa, bikin rahang terbuka lebar seperti ular piton pas mau makan kambing.

Nulis ini sambil dengerin scoringnya yang menyayat, ‘A Tale of Two Sisters’ (2003) adalah salah satu horor terbaik dari negeri ginseng menurut gue, serem iya, drama iya dan di akhir elo diremes kaya mie anak mas.

Ceritanya emang rada mudah untuk dilupakan, tapi harus diakui kalau ‘The Skeleton Key’ (2005) memiliki twist brengsek yang kutu kupret nga ketebak, sukses begoin kita yang sotoy pas nontonnya.

Sebetulnya tanpa dipakein twist pun filmnya udah jadi tontonan slasher ekstrim yang sempurna buat sayah, dengan segala adegan ikonik yang berdarah-darah. Twist jadi bonus di ‘High Tension’ (2003) yang ngebuat kepala makin benyek kaya ditembak shotgun.

Nebaknya si Esther ini semacam kerasukan djin trus emang perlu diruqyah, ternyata semua terkaan belagu gue diludahin balik sama ‘Orphan’ (2009). Udah sepanjang pilem dibuat kzl dilanjut twistnya yang bikin kepala berasa seperti dijedodin ke tembok.

Psycho (1960), Alfred Hitchcock tak sekedar licik saat menyembunyikan rahasianya dibalik suspense yang terus ditebar, tapi juga cerdik ketika memperdaya pikiran, asyik sendiri curiga dan menerka hingga terlena dan masuk perangkapnya. Hebat!

Setuju dong kalau ‘Shutter’ (2004) ini adalah salah satu horor Thailand yang terseram dan punya twist yang bisa dibilang paling ikonik, siapalah yang bisa lupain adegan gendongan di pundak. Kangen nih horor kayak gini, khususnya produksinya GTH.

If the Devil is real, then God must be real, too. Setelah diajak ragu, curiga dan berburuk sangka selama lebih dari sejam, ‘Devil’ (2010) kemudian memberi pencerahan yang sungguh mengejutkan di akhir. Betapa rapuh dan mudahnya kita diperdaya oleh kebohongan setan.

Ada 2 alasan kenapa gue menyebut ‘Lewat Tengah Malam’ (2007) horor yang masterpis. 1) Adegan pocong yang jatuh dan breakdance di depan Joanna Alexandra. 2) Twist super brilian yang sampe sekarang efek syoknya engga hilang walau sudah bertahun-tahun lalu nontonnya.

‘Goodnight Mommy’ (2014) sangat mengerti gimana bikin penontonnya setengah gila ngadepin tingkah laku anak-anak kek setan, mana mamak nyeremin pulak. Semua tentang film ini emang serba nga enak dari awal sampai akhir, banyakin sabar sama istigfar nontonnya.

‘The Others’ (2001), pas segalanya terungkap kita kayaknya hanya bisa menerima kenyataan dengan ikhlas, meski dalam hati goblog-goblogin. Setelah melewati beberapa adegan yang nyeremin & nakutin, twistnya emang pelengkap yang bikin film jadi makin istimewa.

Jennifer Connelly bisa komunikasi ama serangga kaya Shino Aburame, trus dibantu kunang-kunang, laler & lebah buat nyari serial killer. Plotnya aja udah amazing, Dario Argento pun nambahin twist yang brilian mampus di ‘Phenomena’ (1985).

‘Night of the Living Dead’ (1968) tak hanya perlihatkan kalau jombi jalan lebih owsom dari jombi kekinian yang doyan maraton, sindirannya terhadap manusia juga mengena dan relevan sampai sekarang. Twistnya? Kayak buka bungkus indomie tapi engga ada bumbunya.

‘The Visit’ (2015) jadikan kunjungan ke rumah kakek dan nenek lebih fun dan berkesan, bersama kehangatan yang diberikan Nana dan Pop Pop. Banyak momen bersenang-senang, penuh permainan seru yang bikin hati gembira. Sungguh pengalaman bahagia yang tak terlupakan.

Koji Shiraishi adalah pakar dalam urusan menjabarkan misteri, ahli manipulasi fiksi jadi seolah fakta yang terlihat nyata. ‘Occult’ (2009) adalah salah satu filmnya, selain si Kagutaba, yang punya serangkaian adegan watdefak, puncaknya ada di ujung durasinya.

Disamping punya adegan-adegan kematian yang brutal mempesona, trik mengelabuinya pantas diteriaki “bangsat kena kibul!”. Kedua alasan itu sudah cukup buat ‘Si Manis Jembatan Ancol’ (2019) untuk jadi horor favorit dari Anggy Umbara versi kripikfilm.

One thought on “20 Film Horor dengan Twist Ending yang Ngehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s