Dari horor rumah berhantu di ‘The Haunting of Hill House’ dan ‘Bly Manor’, kali ini lewat serial terbarunya, Mike Flanagan akan mengajak kita ke sebuah pulau terpencil bernama Crockett Island, atau penduduk setempat sering menyebut dengan istilah “Crockpot”. Pulau yang dihuni populasi setara dengan satu atau dua bis gandeng Transjakarta ini nantinya diceritakan kedatangan Pastur baru yang katanya menggantikan Monsignor Pruitt, Pastur lama yang sedang sakit. Awalnya semua kelihatan baik-baik saja, sampai suatu ketika muncul sebuah mukjizat yang tidak saja menggemparkan penduduk Crockpot, tapi juga memulai rentetan misteri serta keanehan di pulau tersebut.

Mike Flanagan seperti biasa tidak akan tergesa-gesa, kita dituntut pula untuk bersabar menikmati sajian horor slow-burn yang kental akan nuansa reliji ini. Meski alurnya boleh dibilang bergerak selangkah demi selangkah, khususnya di 3 episod awalnya, namun percayalah kita sama sekali tidak dibiarkan untuk merasakan bosan, karena Crockpot bakal diisi oleh karakter-karakter menarik, dari yang kelihatan alim sampai wujud yang menyebalkan. Dinamika karakternya pun semakin terasa hidup, selain berkat ditulis dengan detail yang unik, mereka juga diberikan waktu untuk saling berinteraksi dengan dialog panjang lebar yang membuat kita tak sekedar mengenal, tapi juga ikut bersimpati pada beberapa karakternya, oh dan tentu saja akan makin membenci karakter yang sejak awal sudah jadi target diselepet karet.

Tak kenal maka tak sayang, itulah yang membuat serial 7 episod ini punya dampak yang signifikan, ketika Flanagan mulai membenturkan karakternya dengan konflik dan misteri yang selama ini perlahan menyelimuti Pulau Crockett. Ketika itu terjadi, rasa peduli yang sudah tumbuh sejak episode awal kemudian membuat kita otomatis ikut terjerat secara emosional. Kita akan semakin berharap karakter yang menyebalkan untuk segera lenyap dari muka bumi, dan sebaliknya akan merasa kehilangan sekali saat karakter yang kita sayangi justru “dihapus” dari halaman skrip Flanagan, dampaknya terhadap mental kian menghancurkan. Sebegitu bagusnya ‘Midnight Mass’ menuliskan karakter-karakternya, hingga kita yang menonton merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan mereka.

Lalu bagaimana dengan horornya? well, di ‘Midnight Mass’ Flanagan kembali memamerkan kelihaiannya dalam mengeksplorasi horor yang tidak melulu bersumber dari makhluk gaib yang berwajah menyeramkan saja, tapi juga mampu merangsang rasa takut yang berakar dari trauma, rasa bersalah dan sisi tergelap manusia. Selagi kita dibawa tersesat bersama misterinya, dijejali berbagai kebohongan yang menjerumuskan kita makin dalam di kubangan keraguan, kita juga akan diperlihatkan betapa ngerinya orang-orang yang jasadnya hidup tapi hatinya tak berdenyut, alias mati dimabuk agama dan bertuhankan nafsu. ‘Midnight Mass’ menguji keimanan ketika kita dihadapkan dengan karakter-karakter yang bersembunyi di balik ayat-ayat Tuhan, padahal kelakuan mereka sudah seperti setan. Inilah horor sebenarnya, ternyata orang dimabuk agama itu lebih mengerikan dari 1000 sundel bolong sekalipun.

Jikapun nantinya Flanagan menampilkan penampakan, itu jadi semacam penyedap tambahan yang membuat horornya semakin gurih. Toh, tidak ada setan atau monster pun tidak akan mengurasi kengerian yang sumbernya dari karakter tak berakhlak. Ketika horornya sudah berhasil mencengkram, misteri yang ditanam Flanagan juga tumbuh subur dan berbuah kejutan-kejutan yang rasanya rame seperti permen nano nano. Klimaksnya tentu saja disimpan Flanagan untuk babak akhir. ‘Midnight Mass’ tak hanya menghadirkan horor yang efek seramnya tahan lama, tapi juga misteri yang menyimpan kejutan berdampak mental berantakan, efek syoknya tak hilang-hilang selama 2 hari. Sebuah pengalaman spiritual yang tak ada duanya, sulit rasanya untuk melupakan apa yang sudah terjadi di Pulau Crockett. ‘Midnight Mass’ adalah serial sempurna, terbaik sejauh ini di tahun 2021.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s