Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022)

Materi DOCTOR STRANGE yang amat kental dengan unsur supranatural memang seperti membuka portal bagi sutradara-sutradara yang biasa nanganin film tentang alam gaib untuk menyeret MCU masuk ke ranah horor, potensinya memang ke arah sana, tontonan superhero tapi dengan bumbu kegelapan, satu payunglah kayak “The Crow”, “Hellboy” dan “Blade”. Maka tidak heran apabila pada film perdananya DOCTOR STRANGE, Marvel kemudian merekrut Scott Derrickson, orang yang bertanggung jawab membuat gue jadi traumatik sampai sekarang berkat “Sinister” dan “The Exorcism of Emily Rose”. Hadirnya Scott jelas membawa “gangguan” ke dalam sinematik universe-nya Marvel, tidak hanya pada gaya penuturan ceritanya, yang paling nantinya kelihatan adalah keseluruhan tone dan visualnya, gelap-gelap gimana gitulah. Meski nga horor-horor banget, setidaknya DOCTOR STRANGE memberikan perbedaan yang unik dan menarik di antara pahlawan pembela kebenaran MCU lainnya yang telah beraksi duluan, sekaligus juga menegaskan kalau Marvel bisa keluar dari zona nyaman.

Sam Raimi pun lalu muncul, bak Spider-Man yang sudah membuang kostumnya ke tong sampah dan seketika kembali bergelayutan karena ingin menolong MJ yang diculik oleh Doctor Octopus. Setelah sekian lama udah meninggalkan dunia superhero, tentu saja gue dikerubungi suka cita karena Sam balik beraksi, sesenang bocah di kereta sewaktu melihat Spider-Man bangkit buat ngehajar musuhnya. THE MULTIVERSE OF MADNESS nantinya nga hanya 99% terpengaruh gaya bersinema si pembuat “The Evil Dead” dan “Drag Me To Hell” ini, tetapi juga membawa MCU dan penontonnya ke tempat yang gue sendiri belum pernah lihat sekaligus rasain sebelumnya, beneran pendekatan baru di filmnya superhero Marvel. Jika judulnya ada kata MADNESS, maka keseluruhan isi film kedua DOCTOR STRANGE ini sudah sesuai. Penuh kegilaan, nga cuma karena bakalan diajak berpindah-pindah dari universe satu ke universe lainnya, tetapi juga disuguhkan pengalaman horor yang lebih menyeramkan ketimbang “KKN Di Desa Penari”, serius.

Buat orang yang sudah lelah (ini serius juga) mengikuti film-filmnya MCU, gue datang ke bioskop murni dikarenakan bisikan-bisikan iblis Kandarian. kalau bukan karena Raimi, kayaknya sih gue bakalan nungguin sampai bioskop sepi atau bahkan malah skip, nanti juga kan tayang di Disney+ beberapa bulan kemudian. THE MULTIVERSE OF MADNESS tidak bikin gue menyesal berdesak-desakan dan mengantri untuk mendapatkan karcis (maklum orangnya tradisional, beli tiketnya oldskul pake cash bukan di aplikasi online). Sebagai fans horor, khususnya penggemar film-film Sam Raimi, THE MULTIVERSE OF MADNESS bisa dibilang kayak ngajak bocah ke toko permen (eh masih relevan nga yah perumpamaan kayak gini jaman sekarang), gue senang bisa kembali merasakan betapa asyiknya Sam Raimi mengkreasikan sekuen demi sekuen horornya dengan amat efektif. Memaksimalkan unsur-unsur supranatural yang emang sejak awal melekat pada cerita DOCTOR STRANGE, berdampingan dengan elemen mistis dan okultisme yang kental.

Masih inget dong adegan Doctor Octopus mau dioperasi di ‘Spider-Man 2’? Siapalah yang menyangka Sam Raimi bisa nyempilin tontonan kebrutalan yang biasanya ada di film-film slasher. Adegan jenius semacam itu akan bertebaran di THE MULTIVERSE OF MADNESS, meski harus berbagi durasinya dengan aksi-aksi superhero memberantas kejahatan, sekuen horor alanya Sam Raimi tetap akan terlihat paling menonjol. Tidak hanya yang nantinya mengandung monster dan roh jahat, tapi juga yang memamerkan ilmu tingkat tinggi dalam urusan mengubah Wanda menjadi Lamia, maksud saya Scarlet Witch (Elizabeth Olsen brilian banget) yang sangat mengerikan. Diantara pertarungan untuk selamatkan universe dari kekacauan, Sam Raimi berhasil menjejalkan horor yang begitu asyik dan sesekali sadistik, didukung nuansa atmosperik, pergerakan kameranya yang menarik dan scoringnya Danny Elfman yang bikin THE MULTIVERSE OF MADNESS jadi semakin horor. Overall, gue puas sama horornya aja, senang kau kembali, Sam 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s