Noktah Merah Perkawinan (2022)

Saya bukan penonton sinetronnya yang dulu dibintangi Cok Simbara sama Ayu Azhari ini, karena pada tahun itu, sekitar 1996 sampai 1998, kecuali nongkrongin kartun, saya lebih milih ngurung dalam kamar main gim konsol atau gambar komik isinya setan, tengkorak dan dinosaurus. Tapi sesekali kayaknya sih pernah ikutan nyimak kalau mamah sedang asyik nonton, jadi setidaknya saya termasuk yang (sedikit) terpapar oleh kisah huru hara rumah tangga antara Mas Priambodo serta Mbak Ambarwati ini. Versi bioskopnya alias layar lebarnya disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie yang sebelumnya menggarap film ‘Terlalu Tampan’ di 2019 silam, pemerannya antara lain ada Oka Antara, Marsha Timothy dan Sheila Dara Aisha sebagai Yulinar. Well, dengan cerita sederhana seputar pelakoran beserta keributan-keributannya, sungguh diluar dugaan ‘Noktah Merah Perkawinan’ ternyata merupakan drama yang tak hanya punya skrip maknyus, namun juga hebatnya diarahkan dengan matang sekaligus serius.

Saya jarang bisa terpikat oleh drama lokalan yang terbiasa ngejorokin penonton buat ikut nangis, memaksa memasukkan segerombol adegan cengeng instan demi menguras air mata sekaligus mengemis rasa simpati. Tapi drama ‘Noktah Merah Perkawinan’ ditritmen berbeda, jualannya bukan sembarang kisah selingkuh dan sakit hati berujung menangis tujuh hari tujuh malam. Supaya nantinya kita bisa ikutan peduli lalu terlibat emosinya, film yang naskahnya dikerjakan bareng Sabrina bersama Titien Wattimena (Minggu Pagi di Victoria Park) ini sangat bergantung kepada karakter-karakternya untuk menyampaikan cerita beserta konflik, sambil perlahan juga mempermainkan perasaan penonton. Cara Sabrina memperlakukan karakternya emang terbilang istimewa, terutama ke Mas Gilang, Mbak Ambar serta Mbak Yuli. Menurut saya ketiga karakter sentralnya dan juga karakter lain seperti Bagas (Jaden Ocean) serta Ayu (Alleyra Fakhira) tidak hanya dimanusiakan, tapi juga diberi banyak ruang dalam durasi untuk meluapkan apa yang mereka rasakan.

‘Noktah Merah Perkawinan’ adalah anomali, dalam artian bagaimana dramanya beserta problematika rumah tangganya dibangun, dimana karakter-karakternya dipersilahkan untuk menggerakkan roda cerita, sesuatu yang jarang (mau) dilakukan oleh film yang bertema serupa. Sabrina kemudian enggak hanya ber-storytelling lewat interaksi antar karakternya dengan barisan dialog-dialog yang senantiasa dilontarkan menarik serta bernyawa, hingga kita pada akhirnya serasa terhipnotis untuk selalu antusias dan fokus memandang ke layar. Gerak gerik seremeh apapun dari karakternya juga jadi detil yang ditambahkan Sabrina untuk menyampaikan cerita, termasuk juga simbol-simbol dalam film yang makin memperkaya bahasa visual di ‘Noktah Merah Perkawinan’. Makanya nih walau tanpa kata-kata sekalipun, kita tetap tahu apa yang mungkin dirasakan oleh Mas Gilang, Mbak Ambar atau Yuni, berkat cara Sabrina meramu dialog, gesture dan simbol barusan untuk kompak mengkomunikasikan isi pikiran sekaligus hati semua karakternya.

Selain dari karakter, kehebatan pertunjukan drama di ‘Noktah Merah Perkawinan’ juga diperlihatkan via adegan-adegannya yang terkesan tidak ingin menghakimi maupun mem-framing (apapun sebutannya) siapa yang salah atau mana yang benar. Sabrina seakan membiarkan filmnya “abu-abu” agar penonton cermat melihat tanda dan makna sekecil apapun itu, lalu dengan bijak punya kebebasan menyimpulkannya sendiri. Saya benar-benar terpukau bagaimana Sabrina juga mampu membuat adegan drama yang intensitas ketegangannya menyamai kayak kita lagi menonton thriller, apalagi sewaktu Mas Gilang dan Mbak Ambar sudah saling berhadapan. Ada semacam perasaan dag dig dug bercampur cemas, karena kita tahu “perang besar” cepat atau lambat bakalan meletus, hanya masalah waktu saja. Bukan berlebihan jika saya mengatakan ‘Noktah Merah Perkawinan’ adalah salah satu film drama terbaik tahun ini, bahkan sepanjang sejarah perdramaan Indonesia, karena telah memberikan tontonan yang amat istimewa.

Advertisement

One thought on “Noktah Merah Perkawinan (2022)

  1. Pingback: 22 Film Terbaik di Tahun 2022

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s