Smile (2022)

Kalau pada 2014 silam ada ‘It Follows’ yang di balik bungkus horornya seperti kampanye terselubung soal bahaya pergaulan bebas dan penyakit kelamin. Nah, sekarang ‘Smile’ dapat giliran buat meningkatkan kesadaran penonton tentang kesehatan mental sambil nantinya menyelam ke kehidupannya Dokter Rose Cotter (diperankan Sosie Bacon) yang seketika berubah menjadi mimpi buruk. Tak hanya dihujami perasaan trauma semenjak pasien yang baru ditemuinya, Laura Weaver (Caitlin Stasey) melakukan bunuh diri tepat di depan mata kepalanya sendiri. Kejadian mengerikan tersebut pun kemudian disusul dengan berbagai gangguan gaib sekaligus penampakan menakutkan yang hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh Rose. Dari hanya alarm rumah yang tiba-tiba berbunyi hingga orang-orang tersenyum aneh enggak wajar. Pertanyaannya adalah apakah semua nyata atau hanya ada di pikirannya Rose saja alias halusinasi belaka disebabkan kurang tidur?

‘Smile’ memang dirancang untuk membuat kita terus penasaran dan bertanya-tanya di sepanjang durasinya, horor psikologis yang isi adegan demi adegan anehnya disengaja untuk bikin penonton juga ikutan gila, sama persis pokoknya kayak yang dirasakan oleh Rose. Demi mencapai tujuan mulia tersebut, Parker Finn nantinya enggak hanya nyodorin sesuatu yang sifatnya disturbing dan makin menambah rasa tak nyaman, sambil enggak berhenti menakuti sekaligus mengagetkan. Pergerakan kameranya pun kompak banget bersama scoring-nya yang kadang senyap mengendap-ngendap lalu bisa berubah jadi creepycreepy bising, kedua sisi teknikalnya ini bekerja sama dengan baik meningkatkan level kegilaan yang diharapkan Parker serta menciptakan nuansa yang kian ngeri-ngeri anjing. Makanya, meskipun pergerakan alur di ‘Smile’ boleh dibilang “slowburn“, namun nga menjemukkan berkat treatment Parker tersebut dan caranya mengatur kejutan di saat yang tepat, bikin tiap menit jadi nikmat.

Siapa bilang penampakan yang nyeremin itu mesti hantu dengan penampilan muka yang dirias bedak tebal bercampur bubur kertas, kayak di ‘Denting Kematian’ dan ‘Janin’, dua film horor lokal yang jeleknya minta ampun. ‘Smile’ ini mengingatkan gue sama ‘Peekers’ yang modalnya untuk nakutin penonton itu hanya memanfaatkan orang-orang senyum. Caranya memang sederhana tetapi hasilnya maksimal dalam menciptakan ngeri campur anxiety. Padahal Parker Finn cuma ngeliatin Laura Weaver berdiri sambil trus tersenyum dan memandang tajam ke arah kamera, tapi otomatis bikin pikiran kusut membayangkan hal yang buruk bakalan terjadi sebentar lagi, sekaligus nyali gue pun langsung ikutan ciut kayak sedang bertatap-tatapan sama iblis. Selain mempertontonkan adegan aneh yang simple tadi, untuk meningkatkan intensitas ketegangan ‘Smile’ juga hadirkan beberapa jumpscare klasik yang meski bukan trik baru tapi masih terbilang menarik dan juga seru.

Ketika gue mulai jenuh dengan pemakaian treatment gelap-gelapan di film horor, apa yang ditawarkan ‘Smile’ jelas ibarat diguyur air pancuran pas lagi tengah hari bolong di bulan puasa, seger bukan main. Parker Finn tak hanya lihai membuat adegan mencekam kala malam, tapi juga terbukti mampu bikin ritme jantung gue berdegup enggak karuan pada saat adegannya tuh masih siang, alias ketika sang surya belum terbenam. Seperti yang pernah juga dilakukan oleh Ari Aster di ‘Midsommar’, Parker sanggup maksimalkan adegan-adegan dengan setting terang dan warna-warna pastel yang lembut sekaligus menenangkan untuk menyembunyikan teror terkutuknya. Sewaktu kita mengira enggak bakalan terjadi apa-apa, merasa aman dan nyaman, justru disinilah jebakan maut yang sebenarnya, kita memang dipancing secara psikologis untuk berpikir demikian, makanya tatkala kejutan “manisnya” muncul, dampak syoknya bikin mental langsung jumpalitan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s