Film Romansa Favorit

Karena ditanyakan oleh cinecrib gue jadi tergerak untuk sedikit berceloteh tentang tontonan yang habiskan durasinya untuk ungkap sebuah arti romantis. Genre yang bicara soal roman-shit emang bukan jadi pilihan favorit, tapi bukan berarti gue nga nonton sama sekali film yang ada unsur cinta-cintaan di dalamnya. Dari sedikit film yang sudah pernah gue tonton, beberapa judul yang bakal gue sebutin nantinya bisa dibilang mewakili cara pandang gue bila bicara “apa sih romantis?”. Tidak melulu harus drama liat-liatan selama lima jam, atau ngomong I love you sampe berbusa. Well, sesederhana ngelindungin Carey Mulligan di lift yang dilakuin ama Ryan Gosling di DRIVE, atau sewaktu Eli datang buntungin kepala anak yang nge-bully si Oskar di LET THE RIGHT ONE IN, menurut gue adegan-adegan itu lebih romantis ketimbang keseluruhan adegan TITANIC. Menyatakan sayang bisa dengan berbagai cara, dan PUNCH DRUNK LOVE-nya Paul Thomas Anderson pun punya cara unik sendiri untuk beberkan ‘apa itu romantis’, dengan mengeksplor hubungan aneh yang menggemaskan sekaligus mengeksploitasi kekikukan Adam Sandler & Emily Watson. Scene favorit: ketika Barry “mengunjungi” Philip Seymour Hoffman yang ngehe luar biasa. Film roman-shit lain yang gue suka dan senang untuk diputar ulang: Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), Definitely Maybe (2008), Howl’s Moving Castle (2004), The Shape of Water (2007), Rabun (2003).

James Gunn

36795549_1721684987920456_3953316460218023936_n

Setuju apa kata Bung James, karena sebuah ending dan twist bukanlah segala-galanya, film bagus bukan hanya soal kedua faktor itu, masih ada perjalanan dari babak ke babaknya, cara film membawa penontonnya dari titik A menuju titik B. Film bagus enggak akan terpengaruh spoiler, toh bakal tetep bagus. Spoiler mungkin iya bakal merusak rasa antusias, pengalaman, kenikmatan menonton sebuah film, tapi tidak serta merta jadi alasan yang mengurangi nilai film itu sendiri, film bagus tidak harus jadi buruk, karena alasan kita sudah tahu ending atau twistnya.