Image

Review singkat untuk ‘Single’, ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’, ‘Negeri Van Oranje’ dan ‘Sunshine Becomes You’.


‘Single’ tak hanya tawarkan lawakan yang tak garing, tak sekedar menjual kegalauan khas Raditya Dika, tapi juga hadirkan film yang berhati. Raditya Dika ngebuktiin (lagi) kalau film yang dia sutradarai sendiri itu lebih lucu, seperti Marmut Merah Jambu, ‘Single’ itu menyenangkan. (3.5/5)

‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ punya paruh awal yang memikat, pesan yang ingin disampaikan pun menarik, gambar cantik dan akting apik.Sayang, pesona dan daya pikat film ini jadi cepat luntur oleh penceritaan yang kian dipaksakan, dengan bangunan emosi yang terasa dibuat-buat. (2.5/5)

‘Negeri Van Oranje’ tak sekedar ajak nikmati pemandangan indah Eropa, tapi juga hadirkan kisah yang menarik tentang persahabatan dan cinta. Tatjana Saphira dan sabahat-sahabatnya telah berbagi cerita yang terasa begitu hangat sekaligus romantis. ‘Negeri Van Oranje’ menyenangkan! (3/5)

Dibalik pemandangan cantik, bangunan romansa, emosi serta chemistry di ‘Sunshine Becomes You’ terasa begitu palsu, dipaksa dan dibuat-buat. Walau Nabila dan Junot ditampilkan amat mesra di ‘Sunshine Becomes You’, tapi sulit untuk meyakini keduanya benar-benar sedang jatuh cinta. (2/5)

Image

‘StarWars: The Force Awakens’ tidak hanya mengajak nostalgia ke episode-episode sebelumnya, tapi juga tawarkan petualangan baru yang amat mengasyikkan dan benar-benar berkesan. Tak sabar untuk kembali bertemu Rey dan kawan-kawan, menikmati kisahnya dan rasakan petualangannya lagi.

Image

Short Review Single, Bulan Terbelah di Langit Amerika dan Krampus.

‘Single’ tak hanya tawarkan lawakan yang tak garing, tak sekedar menjual kegalauan khas Raditya Dika, tapi juga hadirkan film yang berhati. Raditya Dika ngebuktiin (lagi) kalau film yang dia sutradarai sendiri itu lebih lucu, seperti Marmut Merah Jambu, ‘Single’ itu menyenangkan.

‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ punya paruh awal yang memikat, pesan yang ingin disampaikan pun menarik, gambar cantik dan akting apik.Sayang, pesona dan daya pikat film ini jadi cepat luntur oleh penceritaan yang kian dipaksakan, dengan bangunan emosi yang terasa dibuat-buat.

“Kado” yang dibawa ‘Krampus’ datangkan kegembiraan dan ciptakan keceriaan! Ada tawa di tengah teriakan-teriakan seru, Michael Dougherty kembali mampu menghadirkan film horor berbalut fantasi yang amat menyenangkan sekaligus mengerikan.  

Image

Dibalik dialognya yang terkadang terasa begitu menggelitik, ada kesepian yang menyesakkan di ‘About a Woman’-nya Teddy Soeriaatmadja. Bersetting hanya di sebuah rumah yang dihuni Janda berusia 65 tahun, ‘About a Woman’ mengisolasi penontonnya untuk ikut merasakan kesepian. Gambar dan atmosfirnya banyak bicara tentang bagaimana rasanya kesepian, di tengah bahasan seputar seksualitas, agama dan juga kemunafikan. Teddy selalu bisa memaksa cast-nya untuk main bagus dan total, begitupun di ‘About a Woman’, Tutie Kirana tampil luar biasa sebagai “Ibu”.