Cek Toko Sebelah 2 (2022)

‘Cek Toko Sebelah’ bisa dibilang film Ernest yang paling sering gue tonton ulang, karena memang semenyenangkan itu. Selain cerita sederhananya yang penuh kehangatan dan “kekacauan” keluarga, kebodohan lawaknya selalu bikin kangen saat gue sedang butuh untuk ketawa. Meski harus diakui, komedi di ‘Cek Toko Sebelah’ juga punya peran dalam mengurangi efektivitas dramanya, terutama kemunculan candaan yang terkadang tidak tahu waktu. Membagi porsi ngedrama serta ngelawak inilah yang memang menjadi titik lemah Ernest sewaktu menuturkan cerita di film pertama, prioritasnya seolah terpecah dan terdistraksi oleh pertunjukan “stand up comedy” yang berdiri sendiri-sendiri, diselip antara huru-hara yang sedang terjadi. Well, pada ‘Cek Toko Sebelah’ babak berikutnya ini Ernest tampak berniat memperlakukan komedi untuk lebih menyatu sekaligus juga terkesan mengalah, makanya enggak heran kalau film kedua akan terasa tebal di drama.

(more…)
Image

Review singkat untuk ‘Ngenest’ yang disutradarai oleh Ernest Prakasa.


‘Ngenest’ tak sekedar punya bahan lawakan menggelitik, tapi juga mampu ditampilkan apa-adanya, tanpa terasa dibuat-buat dan dipaksa lucu. Formula komedinya universal, jadi siap layani beragam tipe penonton dan selera humornya. Ini yang membuat ‘Ngenest’ berbeda dari film komedi sejenis, filmnya nga egois. Walau joke-nya terkadang tak tepat sasaran, secara keseluruhan ‘Ngenest’ memang patut ditertawakan. Pas lagi lucu, lucu banget! Terhibur! Tukang cilok, kang bajaj, supir angkot dan orang gila yang kencing sembarangan adalah beberapa kengehean di ‘Ngenest’. Anjing kocak! (3.5/5)