Si Manis Jembatan Ancol (2019)


Ketika kebanyakan film horor lokal dengan bodohnya cuma kasih seribu penampakan dan seribu jump scare berisik, ‘Si Manis Jembatan Ancol’ tampil beda, karena Anggy Umbara masih peduli untuk bercerita di tengah teror dan darah.

Review lengkap bisa dengar di @spotify. 🎧

Ratu Ilmu Hitam (2019)

Demi setan-setan di neraka, Ratu Ilmu Hitam tak sekedar hadirkan visual keji dan jalan penceritaan berbalut atmosfer ngeri, tapi juga (untungnya) tidak lupa memuntahkan berbagai bentuk kesesatan praktik black magic dengan detil yang akan bikin iblis-iblis jahanam menari-nari sekaligus tersenyum hepi hingga kelihatan gigi.

Tontonan horor lokal (yang beneran horor tentunya) dengan kadar kebangsatan yang murni, nikmat bedebah tiada henti, ciptakan rasa girang tingkat tinggi sampai layar mati. Kimo seperti melemparkan potongan jari tengah berdarah-darah ke film-film horor bego yang cuma modal ikut-ikutan doang, tapi berkualitas sampah. 

Kapan lagi bisa melihat kepala pecah muncrat, bola mata coplok dan bergalon darah segar di film horor Indonesia, yang sekarang sedang latah-latahnya bikin film horor berisikan jump scare busuk yang memuakkan. Hey, film horor tak harus melulu isinya setan celangap yang tiba-tiba nemplok segede gaban, anjing!

Syukurlah, di kubangan film horor berotak undur-undur, Ratu Ilmu Hitam muncul, kembali menyeret-nyeret gue untuk merasakan sebuah film horor yang beneran menyenangkan. Sebuah homage yang asyik, dari dipakainya nama Murni hingga kemunculan rawa rontek. Tiga setengah tengkorak berkelabang untuk film ini.

Kafir (2018)

‘Kafir Bersekutu dengan Setan’ munculkan ngeri bukan saja dari apa yang tampak oleh mata, tetapi juga dari bayang-bayang misteri yang bersembunyi dibalik mati tak wajar sang ayahanda.

Sajikan cekam yang tak bergantung pada penampakan makhluk penghuni malam, tapi bersumber dari atmosfer seram bercampur gambar-gambar tidak mengenakan yang kelam.

Horor psikologis berhiaskan okultisme beraroma mistis dan bau darah yang amis. Horor tak murahan yang bikin penasaran habis-habisan dan ciptakan rasa ketakutan yang menyenangkan.

Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Demi raja iblis dan keturunannya yang terlaknat hingga kiamat, demi setan dan anjing-anjingnya yang keparat, percayalah! wahai para pengagum darah, bahwa ‘Sebelum Iblis Menjemput’ adalah sebuah tuntunan menuju kenikmatan dan kebahagiaan.

Timo berikan sesembahan yang mengenyangkan perut-perut mereka yang lapar akan gambar-gambar brutal tak bermoral.

Babak demi babak yang membebaskan jiwa untuk bersenang-senang, menari bersama iblis-iblis kandarian yang ikut tertawa riang, sambil menyerukan puji-pujian kotor yang diulang-ulang.

Demi nanah dan muntahan hitam yang keluar muncrat dari mulut Lesmana, percayalah! ‘Sebelum Iblis Menjemput’ akan datangkan rasa gembira-suka-cita, menyaksikkan Pevita dan Chelsea berlumur lumpur, bersimbah darah, dan tampil segila-gilanya, bak hilang kewarasannya.

Pemuja ketakutan akan melompat kegirangan layaknya orang yang kesurupan, mereka yang mencari kengerian bakal bergidik sambil menghardik.

Terkutuklah! Demi Dia yang berwujud kambing bertanduk runcing, empat kepala tengkorak penuh belatung dan cacing bergelantung kupersembahkan. Aku hambamu.

Kafir (2002)

KAFIR (SATANIC)-nya Mardaly Sjarif punya kualitas ala kadarnya, tapi tetap mampu jadi tontonan mencerahkan ala Kisah Misteri. Sudjiwo Tedjo lakonkan Kuntet si dukun teluh dengan sangat meyakinkan, disturbing dan mengerikan.