Keramat 2: Caruban Larang (2022)

Setelah satu dekade lebih, siapa yang dapat menyangka kalau tahun ini kita dihadiahkan sebuah sekuel dari film horor yang menurut gue secara personal adalah salah satu yang teranjing. Meskipun sebetulnya jauh di lubuk hati terdalam, ‘Keramat’ seharusnya enggak memerlukan kelanjutan, cukuplah kisahnya berhenti ketika Migi, Poppy dan Sadha pada akhirnya (selamat) keluar dari dimensi gaib. Dengan format penceritaan serta pemilihan gaya visualnya yang mengadopsi apa yang dilakukan oleh predesesornya, ‘Keramat 2: Caruban Larang’ yang masih setia bersama subgenre horor found footage ini gue akuin memiliki sebakul potensi, apabila di-tritmen dengan benar setidaknya bakal mampu jadi tontonan yang tidak mengotori “kesakralan” film pertamanya. Sebagai fans, gue emang menginginkan ‘Caruban Larang’ jadi sebuah pertunjukkan horor yang tidak sekedar bisa dinikmati, tetapi juga bikin gue ngompol dan malemnya kagak nyenyak tidur sampai pagi.

(more…)

Savageland (2015)

Sebagai penggemar militan subgenre horor, mokumenter/found footage, rasanya sangat bahagia ketika menemukan film yang “wah, gue banget ini” alias bagus secara konsep dan esekusinya. Dengan begitu banyaknya film dokumenter bohong-bohongan di luar sana, bagaikan mencari jarum di setumpuk jerami kayaknya untuk akhirnya ketemu film yang anjing banget. Salah satu hidden gem tersebut adalah “SAVAGELAND”, film yang dirilis pada tahun 2015 dan ditulis sekaligus digarap keroyokan oleh 3 orang, Phil Guidry, Simon Herbert, dan David Whelan. Layaknya program acara di FOX CRIME atau HISTORY CHANNEL, kita nantinya akan dipaksa untuk percaya telah terjadi pembunuhan massal di kota perbatasan USA dan Meksiko, Sangre De Cristo. Hanya dalam semalam, populasi kota berubah jadi nol dari yang awalnya 57 orang, hampir semua dinyatakan meninggal dunia, kebanyakan mayatnya pun hilang dan sisanya cuma potongan tubuh berserakan. Apakah yang sebenarnya terjadi di tanggal 2 Juni 2011? Betulkah ini ulah psikopat?

(more…)

Creep 2

Instareview_Creep2

Mark Duplass kembali tampil meyakinkan sebagai serial killer, begitu misterius sekaligus disturbing dalam tingkah lakunya. “CREEP 2” tahu bagaimana membuat kita penasaran, menebak-nebak-cemas-greget sepanjang durasi, found footage yang asyik meski harus sabar menahan kesal dan jengkel.

Bangunan (2015)

Dengan durasi yang sangat terbatas hanya 70 menitan, gue merasa “Bangunan” terlalu bertele-tele kebanyakan cakap-cakap kemana-mana, lalu kehilangan waktu dan momentumnya untuk memdalami misteri. Rancangan menakuti-nakutinya pun, yang memanfaatkan pendekatan found footage, tiada menawarkan sesuatu yang baru, untunglah masih ada satu-dua adegan yang efektif merangsang bulu kuduk untuk berdiri tegang…sebentar.