Texas Chainsaw Massacre (2022)

Sekelompok pemuda dan pemudi datang ke kota yang hampir tidak berpenghuni, hanya ada seorang nenek-nenek penyakitan yang katanya pemilik panti asuhan dengan hiasan bendera konfederasi. Padahal seharusnya gedung-gedung di kota tersebut kosong, karena sudah dibeli untuk dijadikan tempat “ngumpul” anak-anak kota yang bosan dan ingin mencari sesuatu yang fresh. Setelah terjadi debat kusir karena si nenek sempat ngotot masih menjadi pemilik sah gedung, penyakitnya kambuh dan dia ambruk, lalu diantar oleh polisi ke rumah sakit, ditemani oleh “anak asuhnya” yang wajahnya sengaja disembunyikan. Malangnya, nyawa si nenek tidak tertolong, meninggal di tengah jalan, kejadian tersebut pun memicu pembantaian oleh si “anak asuh” yang belakangan kita ketahui adalah Leatherface, pembunuh gila yang suka memakai topeng dari kulit wajah korban-korbannya. Bersiaplah berdarah!

(more…)

The Medium (2021)

Siapalah yang menyangka kalau sutradara Shutter dan The Wailing bakalan berkolaborasi membuat film horor, kemunculan The Medium tuh tidak disangka-sangka, kayak waktu Ace Ventura dipertemukan dengan grup band death metal asal Florida sana, Cannibal Corpse. Kemunculannya tentu saja mengagetkan sekaligus juga layak disambut dengan gegap gempita, khususnya oleh mereka yang mengaku penggemar horor. Film yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun dan diproduseri Na Hong-jin ini pun semakin membuat kepala gue berasap, persis seperti Murni sewaktu sedang belajar ilmu hitam dengan Gendon si dukun teluh, karena tahu format filmnya akan disajikan dalam bentuk mokumenter.

(more…)

The Guest (2018)

Korea emang sableng kalau sudah bikin film yang berorientasi pada kekerasan, berdarah-darah dan menyangkut-pautkan dengan balas dendam, seperti ‘The Wailing’ (2016) yang gila itu misalkan. Kesablengan tersebut kemudian diwariskan pada konten-konten serialnya, sebut saja terakhir ada ‘The Kingdom’ dan ‘Strangers From Hell’. Namun dibandingkan dengan kedua serial yang bisa disaksikan di layanan streaming Netflix tersebut, secara pribadi gue mantab bilang kalau ‘The Guest’ lebih bangsat sih ya, gue lebih menyukai serial yang aslinya ditayangkan pada tahun 2018 silam di Korea sana.

(more…)
Image

Short Review ‘The Boy’

‘The Boy’ menawarkan premis dan misteri yang menarik, menunggu untuk ditebak-tebak dan dibongkar, didukung penampakan boneka yang creepy dan suasana rumah yang tidak mengenakan sekaligus membuat tak nyaman. Sayangnya, ‘The Boy’ seakan tak mampu memaksimalkan tiga poin menarik tersebut untuk menguatkan rasa cekam dan tingkatkan tensi ketegangan ke dalam filmnya. Menjanjikan di awal, berlanjut bikin ngantuk di tengah durasi dan menggelikan di penghujung film. Konsep ngehe-nya pun kemudian disia-siakan, Alhasil ‘The Boy’ hanya akan jadi film horor yang mudah untuk terlupakan begitu keluar dari bioskop, well kecuali wajah Brahms si boneka yang “lugu” itu.

Image

Terlepas elemen romansa remaja yang kurang cocok sama gw, Senior punya konsep berbeda yang jadi daya pikatnya, termasuk suguhan horornya. Konsep Wisit Sasanatieng tentang hantu di Senior itu menarik, caranya menakut-nakuti “lucu” dengan penampakan yang aneh-absurd-watdefak. Senior memang bukan tipikal horor yang bakal bikin ketakutan sampe baca ayat kursi, ada seremnya tapi lebih banyak kocak. Menghibur!