Jailangkung Sandekala (2022)

Meski Indonesia dapat dikatakan kaya akan sumber daya mistik serta keragaman wujud makhluk gaibnya, dari yang dibungkus kafan hingga berambut panjang, dari yang ukuran tubuhnya sebesar pepohonan sampai yang seukuran anak kecil sukanya mencuri uang. Sayangnya untuk urusan film horor, konsep dan temanya seperti hanya berputar-putar di formula yang kurang lebih sama dengan pola yang itu-itu saja. Kebanyakan bakalan bergantung pada penampakan setan demi menyeret penonton untuk ikutan ketakutan, dengan opening orang-orang yang pergi ke suatu desa atau pindah ke rumah baru yang visualnya pun kembar, ditampilkan dari atas memperlihatkan lanskap jalanan kiri kanan hutan rimba dan pegunungan. Wajah setan yang seram tentu saja atraksi utama dalam penceritaan, tanpa mau repot mengeksplor karakternya apalagi mitos atau legendanya. Di satu sisi gue seneng-seneng aja tiap ada film horor lokal mau tayang, masih berharap pengen ditakutin, tetapi di sisi lain gue juga mulai merasa jenuh gelap-gelapan muluk.

(more…)

IVANNA (2022)

Mentang-mentang horor adalah primadona, mau sejelek apapun posternya, mau seaneh apapun trailer-nya, mau se-random apapun sinopsisnya, mau pakai pemain yang engga terkenal ataupun bintang papan atas, mau siapapun sutradaranya, bahkan yang sama sekali namanya tuh tak pernah kedengeran sebelumnya sekalipun. Horor Indonesia bisa dibilang paling mudah untuk mendatangkan penonton ketimbang genre lainnya, apalagi mereka yang niat membeli tiket bukan buat filmnya melainkan untuk “gelap-gelapan” di pojokan alias penonton pacaran. Alasan ini yang justru bikin horor malah seringkali jadi “lahan basah”, disalahgunakan oleh mereka yang ngebuat film semurah-murahnya tapi mengharap untung melimpah. Tragisnya kebanyakan enggak ngerti apa-apa gimana hasilkan produk tontonan ghoib yang boleh dikatakan layak dikonsumsi manusia. Horor yang seram itu pokoknya setiap lima menit sekali ada penampakan, karakter dan cerita ke laut aja. Semester pertama tahun 2022 ini didominasi film-film horor semacam itu.

(more…)