Rumah Kuntilanak (2022)

‘Rumah Kuntilanak’ mungkin seharusnya tak perlu direkam pakai kamera resolusi tinggi, karena meski gambar yang dihasilkan jernih, tapi tak sebanding dengan amat rendahnya niat menyajikan tontonan yang karcisnya itu layak untuk dibeli, bukannya justru menyesal mengeluarkan duit seharga dua liter minyak goreng. Dengan bahasa visual yang enggak berfungsi sama sekali dalam menyampaikan cerita, alanglah bijak jikalau syuting ‘Rumah Kuntilanak’ menggunakan kamera VGA 0.3 megapixel dari handphone era 2000-an aja. Toh bisa menghemat bujet dan menghindar dari yang namanya mubazir, lagian percuma bungkusnya yang cantik pun pada akhirnya tak mempengaruhi keseluruhan kualitasnya yang membuat kepala bagian belakang jadi sakit mirip pertanda kolesterol sedang naik. ‘Rumah Kuntilanak’ semestinya memberikan peringatan sebelumnya, setidaknya supaya gue bisa berjaga-jaga dengan bawa pereda nyeri untuk diminum tiap lima menit sekali.

(more…)

Kuntilanak (2018)

Instareview_Kuntilanak

‘Kuntilanak’ serem sampe bikin dengkul lemes, kata penonton di sebelah yang tak berhenti menjerit bareng temen-temennya. Nonton reaksi mereka ternyata lebih menghibur daripada filmnya sendiri yang bikin otak lemes. Horor instan dipenuhi jumpscare berulang melelahkan dengan efek suara berisik tak asyik.