Inang (2022)

Dengan kekayaan sumber daya folklore dan kultur yang melimpah di Indonesia, memang sangat disayangkan ketika kebanyakan film horor Indonesia justru seperti mentok pakai cerita yang itu-itu saja, dengan konten yang variasinya sebatas mempertontonkan setan dan penampakan. Jadi, pada saat seorang Fajar Nugros muncul bersama “Inang”-nya, gue pun otomatis berdiri menyambut sambil menebarkan kembang tujuh rupa. Mukjizat adalah kata yang tepat untuk mewakili apa yang bakal dihadirkan oleh “Inang”, sebuah film horor yang tak sekedar berbeda karena mau mengangkat tradisi rabu wekasan, tapi juga bisa dibilang terlampau nekat “jualan” horor non hantu-hantuan di jaman dimana yang laris itu filmnya mesti ada genderuwo. Meski nantinya terdapat kekurangan disana sini, “Inang” menurut gue tetap patut untuk diberikan apresiasi yang tinggi atas jasanya membangkitkan lagi jenis horor tak populer.

(more…)