All of Us Are Dead (2022)

Berlokasi di sekolah SMA bernama Hyosan, ‘All of Us Are Dead’ nantinya akan mengikuti resep film/series bergenre serupa, dari satu gigitan berujung kekacauan. Seperti ‘Train to Busan’ tapi dengan bumbu cerita remaja yang sumber infeksinya berasal dari virus bernama Jonas, hasil eksperimen pak guru sains yang tampangnya sekilas mirip serial killer. Virus tersebut nantinya tanpa sengaja pindah dari seekor tikus ke inang baru yakni tubuh siswi tidak berdosa. Maka dimulailah efek domino, dari satu gigitan ke aksi gigit menggigit lainnya, dari siswi terinfeksi yang dibawa ke UKS lalu menulari dokternya dan berujung zombie outbreak. Malapetaka tak hanya terjadi di sekolah tapi penularan virus yang mengubah manusia jadi mayat hidup agresif doyan lari dan makan usus terburai ini bakal diceritakan menyebar ke seluruh penjuru kota. Tapi fokus ‘All of Us Are Dead’ nantinya akan lebih banyak menyorot aksi di sekolah, melihat bagaimana sekelompok murid yang berhasil selamat mencari cara untuk terus bisa bertahan hidup.

(more…)

Archive 81 (2022)

‘Archive 81’ akan mengajak kita berkenalan dengan kehidupan Dan Turner (Mamoudou Athie), seorang konservator yang kerjanya setiap hari menyelamatkan gulungan pita kaset video yang rusak. Keahliannya dalam merestorasi kemudian mempertemukannya dengan pengusaha kaya raya. Dan diimingi bayaran gede banget, asalkan mau bekerja di lokasi terpencil untuk memperbaiki kaset rekaman berisikan film dokumenter tentang apartemen misterius bernama Visser. Yang awalnya hanyalah pekerjaan restorasi biasa, kemudian menyeret Dan lebih dalam masuk ke lorong remang-remang apartemen yang ternyata menyimpan banyak keganjilan dan keanehan. Sambil menyelesaikan tugasnya, satu-persatu rahasia di apartemen terkuak, mulai dari si pembuat dokumenter bernama Melody (Dina Shihabi) yang mengenal Ayah Dan, hingga penghuni Visser yang diyakini terlibat sebuah paguyuban pemuja setan.

(more…)

Maid (2021)

Terinspirasi dari sebuah kisah nyata, ‘Maid’ membuka kisahnya dengan adegan pelarian seorang perempuan di tengah malam, Alex (Margaret Qualley) memutuskan pergi dari rumah bersama anaknya, Maddy (Rylea Nevaeh Whittet), dari relationship yang nga sehat, dari kekangan lakinya yang kalau kata Abah mah si borokokok, si tukang mabuk-mabukan yang emosinya gampang meledak. Meski belum sampai kena pukul secara fisik, Alex yang sudah tersiksa lahir dan batin memilih kabur sebelum semua terlambat. Setelah luntang-lantung tanpa tempat tinggal, Alex akhirnya berlabuh di sebuah tempat penampungan para korban KDRT. Sambil berjuang terus hidup dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dari membersihkan rumah orang berlimpah harta sampai kediaman yang ditinggal mati pemiliknya, semua dikerjakan ikhlas demi lembaran dolar agar Maddy bisa makan.

(more…)